Malang Raya adalah daerah paling istimewa di muka bumi ini. Mulai dari wisatanya, kulinernya, sejarahnya, tokoh-tokohnya, pendidikannya, seni dan budayanya, dan sebagainya. Semua keistimewaan itu ada di Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu yang bersatu di kawasan Malang Raya. Belum lagi jika melihat potensi sepakbolanya yang ada pada Arema dan lain-lainnya. Nikamt dunia apa lagi dari-Nya yang Anda dustakan? Salam Satu Jiwa!

PANTAI DI MALANG

COBAN DI MALANG

KECAMATAN DI KOTA MALANG

PANTAI LENGGOKSONO (TIRTOYUDO)


Sisi selatan Malang terkenal akan wisata baharinya yang indah dan memukau. Salah satunya adalah Pantai Lenggoksono.

Pantai Lenggoksono merupakan pantai yang terletak di tepi Samudera Indonesia. Pantai ini masuk dalam wilayah Dusun Lenggoksono, Desa Purwodadi, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang.

Untuk menuju destinasi wisata ini, Anda dapat melewati Kecamatan Dampit lalu menuju ke Kecamatan Tirtoyudo. Selanjutnya berbelok ke kanan di pertigaan Tangsi. Jarak pantai dari pertigaan ini masih sekitar 30 kilometer.

Jangan khawatir perjalanan Anda akan menjenuhkan atau lama, karena kondisi jalan dari Tangsi Tirtoyudo menuju Pantai Lenggoksono sangat mulus beraspal. Hanya saja, ruas jalan terbilang sempit.

Nah, Anda tetap harus berhati-hati. Jalanan yang akan Anda tempuh berkelok-kelok dan banyak tanjakan maupun turunan. Bahkan, terdapat jurang yang curam di kanan-kiri jalan. Dapat dibayangkan bagaimana kondisi jalan jika dalam keadaan hujan.

Sekitar lima kilometer menjelang masuk Desa Purwodadi, kondisi jalan tak lagi mulus. Jalanan rusak pun menjadi medan yang harus Anda taklukkan selanjutnya.

Sepanjang perjalanan, pengunjung akan mendapat suguhan perkebunan cengkeh dengan pohonnya yang tinggi sampai 15 meter. Hal itu dikarenakan Desa Purwodadi merupakan sentra produsen cengkeh terbesar di Malang Raya.

Sesampainya di Pantai Lenggoksono, mungkin sekilas tak ada yang menarik. Hanya ada kendaraan-kendaraan pengunjung yang diparkir, nelayan yang sedang negosiasi, serta jajaran warung penjual makanan dan minuman. Banyak pengunjung yang beranggapan bahwa pantai ini hanyalah pelabuhan menuju destinasi lainnya seperti wisata Banyu Anjlok.

Sisi lain yang tak banyak diketahui orang ialah pantai ini menyimpan potensi ikan yang beragam. Mulai dari sejenis lobster, cumi-cumi, layur, cakalang. Pemandangannya pun dapat menyejukkan mata. Ada hamparan pasir putih seluas satu kilometer melingkar dengan dikelilingi dua tebing yang hijau karena tumbuhan rindang. Nah, inilah pantai yang menjadi surganya pemancing.

Perlu diketahui pula, bahwa pantai ini tidak hanya menawarkan potensi ikan, tetapi juga menjadi wilayah konservasi lobster mutiara, lobster pasir, dan lobster batu. Bahkan ada sebuah goa bawah laut yang disebut sebagai goa lobster. Di goa inilah terdapat sarang lobster yang menjadi area konservasi. Sehingga sampai saat ini goa yang menjadi tempat bertelur lobster itu masih sangat bagus dan terjaga dengan baik.

PANTAI BOLU-BOLU (TIRTOYUDO)


Anda yang hobi snorkeling alias menikmati keindahan bawah laut dengan menyelam, sebaiknya mencoba destinasi wisata indah di Pantai Bolu Bolu. Alam bawah laut di pantai yang terletak di Desa Purwodadi, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang ini menyajikan keasyikan tersendiri bagi pengunjungnya.

Untuk menuju ke Pantai Bolu Bolu, Anda harus terlebih dahulu datang ke Pantai Lenggoksono yang merupakan pintu masuk wisata alam di sekitar situ. Masuk pantai ini, Anda akan dikenai tiket seharga 5.000 rupiah perorang. Selain itu, Anda harus membayar uang parkir sebesar 5.000 rupiah perkendaraan.

Letak Pantai Bolu-Bolu bisa dibilang sangat terpencil, karena berjarak sekitar 5 km di sebelah barat Pantai Lenggoksono. Dari Pantai Lenggoksono menuju Pantai Bolu Bolu dapat ditempuh melalui jalur darat, meskipun tak mudah. Medannya pun hanya berupa jalan setapak yang berada di tepian jurang tebing yang curam. Mengingat sempitnya jalan, Anda tidak disarankan melaluinya ketika cuaca sedang tidak bersahabat. Namun, biasanya penduduk setempat menggunakannya untuk menuju ke ladang pertanian mereka. Meski demikian, jalan setapak ini bisa juga dilalui dengan sepeda motor. Anda harus ekstra hati-hati jika nekad melakukannya.

Kalau Anda tak ingin mengambil risiko melalui jalur tersebut, tenang saja, karena ada jalur alternatif lainnya. Anda bisa menyewa perahu jukung milik para nelayan setempat yang banyak bersandar di bibir Pantai Lenggoksono. Selain ke Pantai Bolu Bolu, untuk sekali sewa, mereka siap mengantar Anda ke beberapa tempat tujuan, seperti Pantai Teluk Kletekan, dan Pantai Banyu Anjlok. Jalur ini terbilang lebih aman dan sering diminati pengunjung. Namun demikian, untuk meminimalisir risiko, Anda harus menunggu dulu sampai ombak tidak terlalu tinggi untuk menyeberangi Teluk Lenggoksono. Tarif sewa perahu jukung yang ditawarkan biasanya sekitar 350.000 rupiah yang bisa memuat sekitar 8-10 orang. Perahu jukung ini biasanya beroperasi mulai pukul 06.00 WIB.

Jika tujuannya ke Pantai Bolu Bolu untuk snorkeling, Anda bisa meyewa alat-alatnya di Pantai Lenggoksono. Anda bisa memakainya di pantai ini, atau pun dibawa ke Pantai Bolu Bolu. Biaya sewa alat snorkeling ini biasanya sekitar 25 ribu rupiah.

Perjalanan dari Pantai Lenggoksono menuju Pantai Bolu-Bolu menggunakan perahu jukung yang biasa dipakai nelayan melaut ini tidaklah terlalu lama, hanya sekitar 15 menit saja. Perjalanan mengarungi pantai selatan ini terbilang sulit, terutama ketika laut sedang waktunya pasang.

Sulitnya mengarungi Teluk Lenggoksono akan terbayar lunas begitu kaki Anda menginjak pasir putih di Pantai Bolu Bolu. Pesona alam khas pantai selatan akan tersaji di hadapan mata Anda. Halusnya pasir putih seolah merayu Anda untuk terus berlama-lama berdiri di bibir pantai. Pepohonan rindang menciptakan suasana yang tenang, jauh dari hingar-bingar kota.

Selain warga desa seberang yang terkadang datang untuk mencari kerang, terdapat beberapa penduduk yang menghuni pantai ini. Hal itu tampak dari beberapa rumah pondok kecil yang berdiri tak jauh dari bibir pantai. Rumah sederhana mereka yang terbuat dari kayu biasa menjadi jujukan wisatawan yang datang ke pantai ini. Penduduk setempat ini kadang berkenan memberikan minuman kelapa muda secara cuma-cuma kepada wisatawan yang ramah dan mau bertegur sapa dengan mereka. Jika Anda butuh kamar mandi, rumah-rumah itu pun siap menawarkan sewa kamar mandi konvensional berupa aliran sungai kecil yang disekat dengan dinding anyaman bambu. Rumah pondok ini hanya terdiri dari satu ruang yang bersekat seadanya, dengan dua dipan tanpa kasur, dan pastinya tanpa listrik.

Anda disarankan bermalam dulu di hamparan pasir putih pantai ini. Sebab, pagi hari adalah waktu yang bisa dibilang paling tepat jika Anda ingin bersnorkeling ria. Anda dapat mendirikan tenda untuk beristirahat sebelum menyambut pemandangan pagi hari berupa sunrise yang sangat sayang jika dilewatkan begitu saja. Saat fajar menyingsing, momen matahari terbit akan tampak di sela-sela perbukitan yang letaknya tidak jauh dari bibir Pantai Bolu Bolu.

Sekitar pukul 07.00 WIB, biasanya ada kapal sewaan yang menjemput untuk mengantarkan Anda menikmati destinasi bawah laut tersebut. Di area snorkeling, Anda yang sudah menyewa perlengkapan snorkeling bisa langsung menceburkan diri ke air laut yang kedalamannya mencapai sekitar tujuh meter. Dari atas perahu saja, keindahan terumbu karang sudah tampak samar-samar. Namun, pemandangan yang sesungguhnya akan tampak begitu Anda meneggelamkan diri di dalam birunya laut. Akan tampak aneka ikan hias, terumbu karang, dan biota laut lainnya yang hidup di area Teluk Bolu-Bolu ini. Enaknya lagi, nelayan sang pemilik alat snoekeling pun biasanya tak memberikan batasan waktu, sehingga Anda pun bisa bebas bersnorkeling ria sambil selfie jika membawa peralatan kamera kedap air.

Usai puas bermain di bawah laut, Anda bisa melanjutkan perjalanan ke tempat-tempat wisata alam lainnya di sekitar Pantai Bolu Bolu. Mulai dari Pantai Teluk Kletakan, Pantai dan Air Terjun Banyu Anjlok, dan Gua Lowo.

Untuk mencapai Pantai Lenggoksono, sebelum menuju ke Pantai Bolu Bolu, dari Kota Malang, Anda harus menempuh perjalanan panjang melalui Kecamatan Dampit menuju Kecamatan Tirtoyudo, lalu berbelok ke kanan di pertigaan Tangsi, Desa Tirtoyudo. Dari pertigaan itu, letak Pantai Lenggoksono masih sekitar 30 kilometer lagi. Kondisi jalan dari Tangsi, Tirtoyudo menuju ke Pantai Lenggoksono, Purwodadi sudah cukup mulus aspalnya. Hanya saja, ruas jalan yang sangat sempit dan berkelok-kelok, membuat Anda harus berhati-hati. Dalam perjalanan ini, Anda akan lebih akrab dengan jalanan belokan tajam disertai menanjak dan menurun yang curam.

PANTAI PAKISAN (TIRTOYUDO)


Anda lebih suka menikmati pantai yang terjal penuh bebatuan karang daripada pantai berpasir putih mulus? Rasanya Pantai Pakisan di Malang selatan yang menyimpan sejuta pesona ini pantas menjadi destinasi liburan Anda.

Pantai Pakisan ini terletak di komplek Pantai Wediawu (Pantai Balearjo) yang dapat ditempuh dengan menggunakan perahu yang disewa. Cukup dengan 40 ribu rupiah per orang, Anda bisa menjelajah gugusan pantai yang ada di kawasan selatan Pulau Jawa, termasuk ke Pantai Pakisan.

Pakisan merupakan pantai dengan area yang tak terlalu luas jika dibandingkan dengan Wediawu dan pantai-pantai lain di sekitarnya. Menariknya, di pantai ini, selain menyajikan pemandangan indah khas pantai selatan, juga terdapat hamparan batu karang. Di sela-sela batu-batu berwarna abu-abu kecoklatan ini terdapat genangan air yang menyapu pasir. Yang ajaib, jika Anda kebetulan datang ke pantai ini pada siang hari, sekitar pukul 12.00 hingga 13.00, maka kilauan cahaya mentari yang dipantulkan oleh birunya air laut akan menjadi pesona tersendiri.

Di Pantai Pakisan ini juga terdapat pertemuan antara air tawar yang berasal dari sebuah sungai dengan air laut. Muara ini bisa menjadi hiburan tersendiri bagi Anda yang suka main air. Sungainya pun lumayan jernih dan bisa dipakai sebagai tempat mancing ikan.

Selain itu, Pantai Pakisan juga menawarkan destinasi wisata tambahan berupa coban alias air terjun. Letak air terjun ini pun tak jauh dari lokasi pantai. Hanya saja, dibutuhkan tenaga ekstra untuk mencapainya.

Pantai Pakisan berada di Dusun Balearjo, Desa Purwodadi, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang. Dari Kota Malang, Anda harus menempuh rute menuju Kecamatan Dampit melalui Kecamatan Bululawang dan Kecamatan Turen terlebih dahulu. Setelah itu, silakan saja mengikuti petunjuk arah menuju ke Kecamatan Tirtoyudo. Tak jauh setelah memasuki kecamatan ini terdapat petunjuk arah di pertigaan Tangsi, searah dengan ke arah Pantai Sipelot, Lenggoksono dan Banyu Anjlok. Jarak yang harus Anda tempuh dari kawasan Kota Malang sejauh sekitar 74 kilometer.

PANTAI TENGGER (TIRTOYUDO)


Pantai Tengger di daerah Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang merupakan satu dari sekian pantai di Malang selatan yang masih menyimpan keindahan misterius. Disebut demikian karena memang pantai di pesisir selatan Pulau Jawa ini jarang sekali terjamah tangan manusia.

Menariknya, pantai ini lokasinya tersembunyi di balik bukit yang dipenuhi oleh ladang penduduk Desa Pujiharjo, Kecamatan Tirtoyudo. Lokasi pantai eksotis ini juga masih jauh dari Desa Pujiharjo berada. Akses jalan menuju Pantai Tengger hanya berupa jalan setapak yang sudah dicor. Namun, selama melewati jalan setapak di ladang tersebut, banyak ditemui persimpangan. Maka Anda disarankan untuk tak malu bertanya jika bertemu dengan warga yang sedang bekerja di ladang, agar tidak tersesat.

Medan jalan setapak ini juga bervariasi, naik turun. Karena ada beberapa jalan cor yang sudah rusak, maka semakin mendekati pantai ini, jalan setapak menjadi jalan tanah yang konturnya mudah rapuh. Anda juga harus bersiap untuk menyeberangi sungai, sehingga kondisi motor, terutama ban dan rem harus dalam kondisi prima. Sebelum menjelajah jalur ini, pastikan juga fisik Anda dalam kondisi prima.

Untuk mencapai bibir Pantai Tengger, rute atau jalan yang harus ditempuh selama 79 km dari pusat Kota Malang sangatlah mudah. Dari arah Kota Malang, silakan menuju ke selatan, mengikuti petunjuk ke arah Kecamatan Dampit. Sesampainya di sana, terus saja ke timur menuju ke arah Lumajang, sampai di pertigaan Tirtoyudo. Lalu, pilih arah belok kanan, mengikuti petunjuk ke Pantai Sipelot dan Pujiharjo. Sesampainya di Desa Pujiharjo, silakan tanya warga ke mana arah ke menuju ke Pantai Tenger.

PANTAI WEDIAWU (TIRTOYUDO)


Pantai Wediawu yang terletak di Kecamatan Tirtoyudo ini menawarkan pemandangan lepas laut nan mempesona. Pemandangan menawan laksana surga itu bisa kita nikmati sesaat setelah menginjakkan kaki di hamparan pasir putihnya.

Karena terletak di Dusun Balearjo, Desa Purwodadi, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, ada pula warga yang menyebut Pantai Wediawu dengan nama Pantai Balearjo. Posisi pantai ini bersebelahan dengan Pantai Lenggoksono, dan hanya dipisahkan Bukit Tumpak Wi. Meskipun masih dalam satu desa, namun untuk menjangkau Pantai Wediawu ini, dari Pantai Lenggoksono harus memutar cukup jauh, hingga memakan waktu sekitar 30 menit dengan mobil. Kabar gembiranya, semua jalan menuju kawasan pantai ini sudah beraspal mulus dan sebagian ada pula yang dicor. Tantangannya, hanya keberadaan tanjakan dan turunan yang berkelok begitu curam. Bahkan, terdapat satu tikungan di sebuah pertigaan yang memaksa semua mobil harus mengambil jalan lurus dulu untuk mencari haluan memutar.

Dusun Balearjo merupakan perkampungan yang cukup padat penduduk dengan kondisi bangunan yang lumayan bagus. Di balik perkampungan inilah, tersembunyi surga alam bernama Pantai Wediawu.

Begitu sampai di Pantai Wediawu, Anda akan disambut dengan keindahan alamnya yang dijamin membuat kagum. Pantainya masih sangat alami, karena nyaris belum ada wisatawan yang berkunjung ke pantai ini. Wajah pantai ini masih sangat bersih dengan hiasan gelombangnya yang datar yang menerpa bibir pantai secara perlahan. Airnya pun terlihat jernih, tak kalah berkilau dari hamparan pasir putihnya yang seluas 800 meter persegi itu. Pantai ini terletak dalam sebuah cekungan, dengan dua tebing karang yang menjulang tinggi di kanan dan kirinya. Hamparan batu-batu karang yang besar berserakan di antara pasir putih seolah menjadi hiasan yang mempercantik pantain ini.

Pantai Wediawu merupakan aset wisata yang tergolong bernilai mahal jika mampu dikelola dengan maksimal. Salah satu bentuk keseriusan warga sekitar pantai dalam mengembangkan pantai ini yaitu dengan merencanakan pembangunan jalan di atas Bukit Tumpak Wi yang terletak di sebelah kanan pantai. Dengan adanya jalan baru, pengunjung bisa melaluinya, sehingga pantai ini akan terhubung dengan Pantai Lenggoksono. Nantinya, di atas bukit akan dibuat semacam rest area sekaligus lengkap dengan joglo dan kafe. Untuk sementara ini, fasilitas yang sudah tersedia di bibir pantai ini berupa sirkuit trail, lapangan bola yang luas, dan camping ground.

PANTAI WEDI PUTIH (TIRTOYUDO)


Warga Kabupaten Malang memiliki surga baru di kawasan selatan. Surga baru berupa pantai itu bernama Pantai Wedi Putih, yang terletak di Dusun Balearjo, Desa Purwodadi, Kecamatan Tirtoyudo.

Pantai ini cocok bagi mereka para petualang yang mencari hiburan dari alam. Tak berlebihan jika disebut surga, karena pantai ini menawarkan pemandangan menakjubkan. Panorama yang begitu indah ini yang menjadi daya tarik tersendiri kepada mereka yang ingin merasakan hidup di alam bebas.

Pantai Wedi Putih ini tergolong pantai yang masih perawan dan masih jarang tersentuh oleh tangan-tangan jahil, karena belum dikenal oleh masyarakat luas. Tak heran jika pesona indah di pantai ini masih terjaga dengan baik.

Keunikan Pantai Wedi Putih tak hanya pada viewnya yang menjadi keunggulan. Pantai ini juga terkenal akan ekosistem terumbu karang yang masih terjaga. Tidak heran jika pantai ini menjadi salah satu lokasi spot snorkeling terbaik di daerah Malang Selatan. Apalagi didukung dengan letak pantai ini yang berada di sebuah teluk yang membuat perairan di sekitarnya tenang dan jarang sekali berombak.

Untuk mencapai Pantai Wedi Putih Anda dapat menempuh perjalanan dengan naik perahu dari Pantai Wedi Awu yang menjadi spot pemberangkatan. Namun, jika Anda memiliki mental baja, serta fisik dan stamina yang kuat, maka berjalan kaki dapat menjadi pilihan yang mengesankan untuk dicoba. Selama perjalanan menuju ke lokasi, rasa lelah Anda akan terobati oleh keindahan pesisir dengan deburan suara air laut yang senantiasa menemani.

Jika berkunjung ke Pantai Wedi Putih ini, Anda juga akan mendapatkan bonus pemandangan Teluk Ngasem dan Goa Lowo. Ketiga wisata alam tersebut telah menjadi destinasi wisata yang sepaket.

PANTAI SIPELOT (TIRTOYUDO)


Pantai-pantai yang terhampar di wilayah Malang Selatan memang tak perlu diragukan lagi keindahannya. Tak bisa dipungkiri, pesonanya sampai ke telinga para traveler hingga skala nasional. Namun, di antara hamparan pantai selatan tersebut masih ada pula yang masih perawan alias belum terjamah oleh eksplorasi tangan-tangan manusia. Sebut saja Pantai Sipelot.

Pantai yang terhampar di pesisir selatan Pulau Jawa yang terletak di tepi Samudera Indonesia ini secara administratif masuk wilayah Desa Pujiharjo, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Konon pantai ini bernama asli Spelot yang dalam Bahasa Belanda berarti "persinggahan". Menurut cerita yang berkembang di masyarakat, zaman dahulu pantai ini adalah tempat persinggahan paling nyaman bagi kaum penjajah Belanda.

Aksesnya dari Kota Malang cukup gampang, namun Anda harus membawa kendaraan pribadi, lantaran tidak tersedianya kendaraan umum ke arah pantai ini. Dari Kota Malang, silakan menuju ke selatan, tepatnya menuju ke arah Kecamatan Dampit, di Kabupaten Malang, terus saja menuju jalan yang mengarah ke Kecamatan Tirtoyudo. Setelah memasuki daerah Kecamatan Tirtoyudo, tak jauh dari wilayah perbatasan, terdapat plang penunjuk arah untuk berbelok ke kanan menuju Pantai Sipelot. Silakan lurus ke arah tenggara hingga masuk Desa Pujiharjo.

Tak perlu khawatir, jalan menuju ke Pantai Sipelot ini sudah beraspal mulus, meski jalannya tergolong sempit ketika mobil berpapasan dengan sesama mobil. Jalanan yang berkelok-kelok sampai ke area pantai ini membuat Anda harus tetap berhati-hati dalam berkendara. Sekitar 10 kilometer sebelum area pantai, beberapa ruas jalan ada yang berlubang dan di beberapa titik terdapat butiran pasir "nakal" yang tersebar di jalanan.

Memasuki Desa Pujiharjo, Anda akan disambut oleh panorama indah yang terpancar dari Perkebunan Kalibakar yang tidak jauh dari lokasi Pantai Sipelot. Anda harus bersabar, karena dari area perkampungan Pujiharjo menuju bibir pantai Anda masih harus menempuh perjalanan sekitar dua kilometer lagi. Namun, hamparan pesona perkebunan pisang, kopi, dan tambak udang yang luas di sepanjang jalan menuju Pantai Sipelot bakal menjadi upah kesabaran Anda. Perbukitan di kanan-kiri jalan itu sempat menjadi hutan lindung pada era 1998.

Sesampainya di area pantai, jangan tanyakan berapa ongkos yang perlu Anda keluarkan untuk masuk, karena seluruh pemandangan hebat yang akan Anda nikmati di pantai ini tidak dikenakan biaya sepeser pun alias gratis. Anda hanya perlu menyisihkan uang untuk parkir kendaraan saja. Dari area parkir yang cukup luas ini, mata Anda akan dibuat terbelalak oleh indahnya pemandangan khas pantai yang masih belum terjamah.

Begitu turun dari kendaraan, ketika pertama kali menginjakkan kaki di hamparan pasirnya, banyak hal yang bisa dilakukan. Duduk-duduk di bawah pohon yang berdiri kokoh di sepanjang garis pantai yang terbentang hingga sejauh dua kilometer bisa menjadi pilihan pertama. Lemparkanlah pandangan mengikuti irama ombak kecil yang menerpa bibir pantai. Ombak di laut sedalam 10 meter ini memang tergolong tak terlalu besar, lantaran tersaring bibir pantai yang melengkung berbentuk teluk serta dua cerukan di sebelah kanan dan kiri pantai. Anda disarankan memilih pantai sebelah kanan dan kiri, karena area tengah biasa dipakai para nelayan setempat untuk menyandarkan perahu mereka.

Di ujung timur pantai ini terdapat sebuah muara kecil yang dijamin semakin membuat Anda betah untuk berlama-lama bermain air. Sungai yang menyediakan air tawar ini akan memudahkan Anda yang berencana mengingap di sini menggunakan tenda. Air tawar itu bisa dimanfaatkan untuk direbus, memasak, juga mandi. Di sebelah muara ini ada sebuah tebing tinggi dengan bongkahan batu-batu besar.

Pesona pantai ini tak hanya berhenti sampai di situ saja. Daya tarik lainnya terdapat pada air terjun yang berdiri kokoh di dekat pantai. Masyarakat setempat menyebutnya Coban Sipelot. Coban ini tingginya hanya sekitar 10 meter, namun air aliran air yang jatuh dari atas cukup deras. Anda bisa melihat jelas air terjun ini dari pinggir pantai. Namun untuk mencapainya, Anda harus menyeberangi teluk terlebih dahulu. Caranya, cukup memanfaatkan jasa perahu nelayan yang bersandar di pantai. Untuk perjalanan pulang-pergi menuju coban, Anda harus merogoh kocek sebesar Rp 50 ribu. Suasana sejuk seketika akan menyeruak menerpa wajah ketika Anda sampai di air terjun Sipelot ini.

Tak cukup itu, ada pula fenomena unik bernama Watu Gedek, yaitu sebuah karang yang bentuknya mirip dengan dinding yang terbuat dari anyaman bambu. Menikmati indahnya suasana laut sambil bersantai menggunakan sampan juga menjadi pilihan yang mengasyikkan untuk menghabiskan waktu.

Di Pantai Sipelot ini fasilitasnya bisa dibilang cukup lengkap. Anda bisa menjumpai warung-warung yang menyediakan makanan dan minuman dengan harga cukup terjangkau. Jadi, tak perlu khawatir kelaparan jika bekal yang Anda bawa habis saat perut masih berontak. Toilet umum juga tersedia di area sekitar warung. Nah, sekarang saatnya menyiapkan waktu dan anggaran untuk menyatroni keperawanan Pantai Sipelot ini bersama teman, keluarga atau pun pasangan Anda.

MLG-87 FANS