Malang Raya adalah daerah paling istimewa di muka bumi ini. Mulai dari wisatanya, kulinernya, sejarahnya, tokoh-tokohnya, pendidikannya, seni dan budayanya, dan sebagainya. Semua keistimewaan itu ada di Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu yang bersatu di kawasan Malang Raya. Belum lagi jika melihat potensi sepakbolanya yang ada pada Arema dan lain-lainnya. Nikamt dunia apa lagi dari-Nya yang Anda dustakan? Salam Satu Jiwa!

PANTAI DI MALANG

COBAN DI MALANG

KECAMATAN DI KOTA MALANG

PANTAI TELUK PUTRI (DONOMULYO)


Berkunjung ke Pantai Ngliyep yang terletak di Desa Kedungsalam, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang, rasanya kurang lengkap tanpa mampir ke Pantai Teluk Putri. Pasalnya, kedua lokasi itu memanglah berdekatan.

Tak jauh dari Pantai Ngliyep, tepatnya di sebelah kiri, memang terdapat sebuah teluk dengan pemandangan yang tak kalah indahnya. Warga setempat sering menyebutnya Teluk Putri. Disebut demikian, karena sepanjang area teluk ini dilapisi pasir oleh pasir putih bersih dan halus lembut, sehalus kulit para putri.

Ketebalan pasir di Pantai Teluk Putri ini kurang lebih 40 cm. Hamparan pasirnya memang tergolong tidak terlalu luas, hanya sekitar 100 meter saja, namun hal ini sudah cukup untuk menciptakan rasa nyaman untuk tempat menyepi.

Di pantai ini, ada larangan berenang bagi pengunjung. Mereka harus berhati-hati, karena terkadang gelombang bisa cukup besar menyapu daratan. Bahkan saat pasang, pengunjung tidak diperbolehkan mendekati di bibir pantai. Pengunjung hanya bisa berada di area pasir putih.

Opsi lain untuk menikmati keindahan pantai ini yakni dengan menaiki Bukit Cinta Kasih yang tak terlalu tinggi. Letaknya di sisi kiri Pantai Ngliyep. Anda hanya butuh waktu kurang dari setengah jam saja untuk mencapai puncak dan menikmati pemandangan menakjubkan Teluk Putri.

Pantai Ngliyep dan Teluk Putri masih termasuk wilayah hutan lindung yang memiliki luas area sekitar 10 Ha. Di kawasan ini Anda akan disuguhi hamparan pasir putih yang sangat indah dan luas. Anda bisa memuaskan diri bermain atau berjemur di hamparan pasir putih nan lembut lembut, sembari menghirup udara yang sejuk. Tebing-tebing dan hutan tropis yang berada di sekitarnya menambah kesan alami bagi para pengunjung yang baru datang.

PANTAI NGLURUNG (DONOMULYO)


Pantai Nglurung memang terdengar sedikit asing di telinga para penikmati wisata alam di Malang Raya. Namum, tidak bagi para penghobi menangkap ikan di laut.

Pantai ini menyajikan spot yang menarik bagi mereka yang gemar menangkap ikan. Tak hanya memancing, di pantai ini terdapat pula aktivitas menjala. Tentunya tidak diperkenankan menggunakan alat dan bahan peledak yang mengancam ekosistem dan biota laut di pantai ini.

Saat menangkap ikan, di Pantai Nglurung nelayan bisa sambil menikmati pemandangan lepas laut maupun pasir di pantai ini. Kesejukan angin yang bertiup semilir pun menambah semangat dalam menangkap ikan. Hasil tangkapan ikan itu nantinya akan dijual hingga ke luar kota Malang.

Pantai Nglurung termasuk dalam deretan pesisir pantai selatan. Pantai ini masih bertetangga dengan Pantai Ngliyep. Nglurung juga terletak di sebelah barat Pantai Pasir Panjang.

Secara administratif, pantai ini berada di Desa Kedungsalam, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang. Untuk mencapai lokasi Pantai Nglurung tidaklah sulit. Meski demikian, Anda harus berhati-hati, karena jalan menuju ke pantai ini tergolong masih jauh dari kata memadai. Dari arah Malang, langsung saja menuju ke Kepanjen, Sumbermanjing Kulon atau Pagak. Ketika ada persimpangan jalan, ikuti saja arah ke Donomulyo. Jaraknya dari Kota Malang sekitar 67 kilometer.

PANTAI KEDUNG CELENG (DONOMULYO)


Jika ada yang mencari serpihan surga, sebaiknya Anda pergi ke kawasan Malang Selatan, terutama di pesisir pantainya. Salah satu serpihan itu ada di Pantai Kedung Celeng.

Tempat wisata yang satu ini memang lagi hits dikalangan anak muda Malang. Letaknya yang tersembunyi membuat para penghobi traveling penasaran mencarinya. Pantai Kedung Celeng bisa menjadi lokasi alternatif untuk berlibur di akhir pekan.

Pantai Kedung Celeng berada di Desa Banjarejo, Kecamatan Donomulyo, Malang. Untuk sampai di lokasi pantai ini, Anda harus menempuh jalur yang biasa dilalui menuju ke arah Pantai Goa Cina, Sendangbiru, dan lain-lain. Hanya saja, jalan ini agak berbeda, silakan bertanya kepada penduduk sekitar, karena memang lokasi pantai ini masih belum masuk dalam indeks google. Sementara, yang ada hanyalah lokasi alamat dari tempat ini, yakni Sumbermanjing. Namun demikian, Sumbermanjing di sini sangatlah banyak dan tidak spesifik mengarah pada lokasi di mana Pantai Kedung Celeng berada.

Pantai Kedung Celeng memang masih satu lokasi dengan Pantai Bantol dan Pantai Pulodoro. Maka, sebelum mencapai lokasi pantai ini, Anda harus melalui Pantai Bantol dahulu dengan gapura masuk perijinan yang melewati hutan jati dan juga pekarangan warga. Dari gapura ini, menuju bibir pantai masihlah jauh dan harus ditempuh dengan berjalan kaki.

Perjalanan yang lumayan jauh dan melelahkan akan terbayarkan dengan sapaan secercah cahaya yang keluar dari celah-celah laut yang surut. Cahaya berwarna oranye yang memantul ke arah di mana Anda berdiri itu seolah-olah akan menarik Anda untuk lebih mendekat.

Namun, Anda tidak disarankan untuk berenang di pantai ini. Sebab, ombak di Pantai Kedung Celeng tergolong besar. Anda hanya diperbolehkan untuk menikmati gulungan ombak melalui berfoto ria bersama orang-orang terdekat.

Di pantai ini, Anda bisa melihat tanaman laut seperti gangang, rumput laut, atau bulu babi. Namun, disarankan Anda tetap waspada, terutama dengan bulu babi.

Di Kedung Celeng, Anda benar-benar akan dimanjakan dengan pemandangan yang jarang ditemui di Kota Malang. Suasana alamnya, biru lautnya, hingga nyanyian angin yang diam-diam membisikan mantra ke telinga: jangan pulang dulu!

Anda bisa menggelar tenda di bagian atas Pantai Kedung Celeng, karena lokasinya aman, strategis dan juga lumayan luas untuk rombongan dengan jumlah yang banyak. Jika memutuskan untuk menginap di pantai ini, maka Anda harus menyediakan lotion untuk menangkal gigitan nyamuk pantai.

PANTAI KONDANG BANDUNG (DONOMULYO)


Nama Pantai Kondang Bandung memang masih asing di telinga wisatawan lokal maupun asing yang gemar berpetualang ke pesisir selatan Kabupaten Malang. Namun, pantai ini memiliki potensi yang luar biasa, terutama kandungan pasir hitamnya yang ditaksir bernilai mahal.

Pasir besi yang menyebar di sepanjang pantai sekitar 500 meter ini menjadi daya tarik Pantai Kondang Bandung. Hamparan pasir hitam bersih mengkilap ini tersebar menyeluruh di sela-sela pasir putih, sehingga dari kejauhan tampak seperti kilatan pasir yang menyala-nyala. Namun, Anda wajib waspada ketika mengunjungi pantai ini. Karena pasir di pantai ini suhunya sangat panas, maka jangan sekali-sekali menginjaknya dengan telanjang kaki tanpa menggunakan sandal atau sepatu.

Keberadaan pasir besi tersebut tak hanya menjadi daya tarik tersendiri bagi Pantai Kondang Bandung. Sejumlah calon investor dari luar negeri, salah satunya dari Jepang rupanya juga terpikat untuk mengembangkannya. Bahkan, negeri Sakura itu telah melakukan survey pada awal tahun 2012 lalu. Contoh pasir mereka bawa untuk diteliti kandungannya.

Dari hasil penelitian tersebut, diketahui pasir besi Pantai Kondang Bandung mengandung mineral opak yang bercampur dengan butiran non-logam seperti kuarsa, kalsit, feldspar, ampibol, biotit, dan tourmaline. Sedangkan mineral biji pasir besinya terdiri dari magnetit, titaniferous magnetit, dan hematite. Fungsi utamanya untuk dimanfaatkan sebagai bahan semen.

Pantai Kondang Bandung ini berada di Dusun Sumber Blimbing, Desa Purwodadi, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang. Untuk bisa menuju pantai ini diperlukan nyali yang luar biasa. Jalan terdekat untuk mencapai pantai ini adalah dari Donomulyo, dengan melintasi hutan jati. Mobil atau motor tidak bisa mendekati bibir pantai, sehingga harus diparkir dengan jarak yang lumayan jauh dari pantai, tepatnya di atas bukit hutan jati. Jika ingin turun ke pantai, Anda harus menuruni bukit dengan jalan merambat, karena ketinggiannya lumayan curam. Jalan setapak yang dipenuhi bebatuan putih seperti karang yang licin menjadi tantangan tambahan. Jarak dari bukit hutan jati menuju dasar Pantai Kondang Bandung hanya sekitar 200 meter saja.

Sebenarnya ada jalur lain menuju pantai ini yang lebih aman. Namun, Anda harus memutar dulu dari Donomulyo ke arah Dusun Sumber Blimbing, Desa Purwodadi. Namun, rute ini memakan waktu yang lebih lama satu jam dengan kendaraan darat, karena jaraknya lumayan jauh. Jalur memutar inilah yang sering dipilih pengunjung pada umumnya untuk mencapai Pantai Kondang Bandung.

PANTAI MRUTU (DONOMULYO)


Pantai di pesisir selatan Kabupaten Malang memang terkenal dengan ombaknya yang besar dan ganas. Namun, di antara jajaran pantai-pantai itu, ternyata ada nama Pantai Mrutu di Kecamatan Donomulyo yang memiliki gelombang yang cukup halus.

Sesuai dengan namanya yang singkat, Pantai Mrutu juga "singkat" alias mungil. Garis pantainya yang terbentang tak lebih dari 200 meter. Namun jangan remehkan, soal kemolekan panoramanya tak kalah dengan pantai-pantai lainnya di pesisir selatan.

Pantai ini memiliki kelebihan, yakni ombaknya yang tenang, berbeda dengan pantai-pantai di pesisir selatan lainnya. Sebab, ombak yang datang ke bibir pantai seolah berjalan perlahan dan sangat halus. Kawanan ombak yang datang itu seakan-akan tidak ingin menimbulkan suara yang berisik saat menerpa bibir pantai. Fenomena gelombang halus ini disebabkan oleh posisi pantai yang sedikit terhalang oleh tebing, sehingga ombak besar tidak bisa langsung menyentuh bibir pantai. Ombak yang datang kecil-kecil nan lembut, karena ombak yang besar terlebih dahulu menghantam ke Pantai Pandan yang letaknya berada di sebelah timur. Antara Pantai Pandan dan Pantai Mrutu memang hanya dibatasi oleh adanya sebuah bukit yang posisinya cukup rendah.

Arus gelombang yang halus itulah yang menjadi daya tarik tersendiri dari pantai mungil ini. Selain itu, pasir putihnya yang sangat bersih dan halus menjadikan Pantai Mrutu cocok sebagai tempat untuk bermain pasir. Apalagi, banyak pohon yang menjorok ke pantai, sehingga bisa dijadikan tempat berteduh selama bermain dengan pasirnya. Meski tak bermain pasir, duduk-duduk di bawah pohon nan teduh di bibir pantai yang indah, sambil menikmati gelombang halus pantai ini tentu merupakan suatu kenikmatan yang sangat luar biasa.

Namun, selama ini keindahan Pantai Mrutu belum banyak yang mengeksplorasinya. Jarang sekali ada orang yang mau menjamahnya, sehingga suasana pantai ini masih cukup asri. Pohon-pohon yang mengelilingi pantai tersebut menjulang cukup tinggi dan tak jarang yang rantingnya menjorok ke pantai, sehingga membuat udara lebih sejuk ketika berada di bawahnya.

Pantai ini disebut Pantai Mrutu, karena di sini Anda bisa menemui banyak sekali hewan mrutu (orang Jawa menyebutnya dengan nama lemut), yaitu sejenis nyamuk yang ukurannya kecil. Pantai ini terletak di sebelah barat daya Kota Malang, tepatnya di Desa Sumberoto, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang.

PANTAI BANTOL (DONOMULYO)


Melepas letih akibat rutinitas sehari-hari bisa dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya berlibur di pantai. Pantai Bantol merupakan 'surga' yang bisa Anda kunjungi, karena masih jarang terjamah oleh kedatangan wisatawan.

Pantai indah nan eksotis ini terletak di daerah Malang bagian selatan. Tepatnya di Dusun Sumberceleng, Desa Banjarejo, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang.

Akses jalan menuju pantai ini cukup mudah. Sebab, jalan menuju Pantai Bantol menjadi jalan akses keluar masuk mobil jenis truk untuk mengangkut kayu maupun hasil buah. Jika Anda berangkat dari perempatan Desa Sumbermanjing Kulon, Kecamatan Pagak, kurang lebih jaraknya 10 km ke arah selatan. Lalu, Anda harus menempuh jalan tanah dan makadam melewati hutan jati agar dapat menikmati keindahan pantai.

Suasana pantai yang sepi memberikan kesan bahwa pantai ini masih sangat alami dan perawan. Tak banyak wisatawan yang mengetahui keberadaan pantai ini karena tidak terlalu eksis di media massa, selain itu juga jauh dari perkampungan warga.

Air di Pantai Bantol sangat jernih dan menyegarkan. Gelombang laut tidak terlalu besar karena berada di sebuah teluk dan dilindungi gugusan karang sepanjang garis di bibir pantai. Meski demikian, Anda patut waspada apabila berkunjung saat musim pasang, ombak bisa menyapu pantai dengan deras. Saat air surut gugusan karang akan terlihat jelas dan menawan dari pantulan air yang jernih terkena sinar matahari. Pada bulan-bulan tertentu, pengunjung dapat menikmati nuansa kala matahari tenggelam dari karang Pesanggrahan yang menjorok ke tengah laut.

Tak hanya sampai di situ, hal unik lain yang menjadi daya tarik dari pantai ini adalah banyaknya lobster yang bisa Anda jumpai. Lobster tersebut ada beragam jenisnya, diantaranya, lobster macan, lobster warna, dan lobster kembang.

Di sini Anda juga akan disuguhi pemandangan hutan mangrove yang tumbuh di dekat pantai, tepatnya di danau air payau. Danau tersebut merupakan muara dari beberapa sungai kecil di hutan jati. Sungguh paket komplit yang perlu Anda kunjungi bersama pasangan, keluarga, atau rekan kerja. Selamat berpetualang!

PANTAI KONDANG IWAK (DONOMULYO)


Jika Bali terkenal dengan Pantai Kuta-nya yang eksotis, maka Malang pun tak mau kalah eksis dengan adanya Pantai Kondang Iwak. Bisa dibilang, Pantai Kondang Iwak sangat mirip dengan Pantai Kuta di Bali, hanya saja pantai ini tak begitu ramai pengunjung karena tak banyak orang yang mengetahui keberadaannya.

Pantai Kondang Iwak berlokasi di pesisir selatan Malang Raya, tepatnya di Dusun Sumberpucung, Desa Tulungrejo, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang. Agar dapat sampai menuju pantai ini, Anda bisa menaiki kendaraan umum seperti mikrolet dengan rute Gadang - Kepanjen - Sumbermanjing Kulon/Pagak (persimpangan jalan) Donomulyo atau menggunakan kendaraan pribadi. Setelah itu Anda bisa melanjutkan dengan berjalan kaki sekitar 2 km ke lokasi pantai. Jika dari Kota Malang, waktu tempuh ke pantai sekitar 2,5 jam.

Konon pantai ini ditemukan pertama kali oleh Mbah Iman Suwodo sekitar tahun 1920. Nama Kondang Iwak diberikan oleh Mbah Iman Suwodo karena di tepi pantai terdapat kondang (muara air tawar) yang kala itu dipenuhi beragam jenis ikan tawar. Untuk mencapai kondang tersebut pengunjung bisa berjalan menyusuri pantai ke arah barat. Kondang itu sampai sekarang pun masih menjadi daya tarik masyarakat karena bisa menjadi tempat berenang. Hamparan kolam di kondang ini cukup luas sepanjang 800 meter dan lebar 40 meter. Biasanya pada akhir pekan banyak pengunjung memancing ikan hingga bermalam dengan mendirikan tenda. Sayangnya ikannya tidak sebanyak dahulu, karena seringkali diambil masyarakat yang tidak bertanggung jawab dengan cara diracun.

Warga sekitar pantai saat ini sudah mulai memperkenalkan pantai ini dengan beragam program. Salah satunya yang menjadi andalan adalah labuhan yang dikemas dengan beragam festival, mulai dari acara off road, touring, maupun acara tradisional seperti wayangan. Hanya saja promosinya masih sebatas di wilayah sekitar Donomulyo. Beberapa tahun sebelumnya acara labuhan dilakukan setiap tanggal 15 Suro. Namun pada tiga tahun terakhir digeser setiap bulan Juli bersamaan dengan hari libur sekolah.

Perlu diketahui sebelum menuju pantai ini bahwa akses jalan memasuki Pantai Kondang Iwak, kira-kira sepanjang 3 km dari perkampungan, masih sulit dilalui. Medan berupa bebatuan terjal dan sempit sehingga cukup menyulitkan perjalanan jika membawa kendaraan. Tetapi jalan yang rusak ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para offroader dan komunitas trail. Ada juga jasa persewaan mobil oleh penduduk setempat dengan tarif 150 ribu rupiah pulang pergi, sedangkan ojek 30 ribu rupiah sekali antar.

Wisatawan akan digiring ke area hutan yang rimbun dan sangat alami sebelum benar-benar sampai ke pantai. Lalu, setelah keluar dari hutan akan ada tiga persimpangan jalan. Di sinilah wisatawan bisa memilih dua lokasi yang akan disinggahi pertama kali. Jika Anda menyusuri jalan sisi kanan, akan sampai pada pantai kecil yang diapit oleh dua tebing karang dengan ombak yang cukup besar. Jika memilih menyusuri sisi kiri jalan, maka Anda akan sampai pada lokasi pantai dengan hamparan pasir yang luas dan panjang yang semakin lengkap dengan adanya dua buah pulau bernama Pulau Lawang.

Pantai Kondang Iwak bak Kuta di Malang nampak masih sangat alami. Sejuk, cantik, juga sepi. Tentu menjadi hal yang sangat kontras dengan kondisi di Pantai Kuta Bali. Tak banyak orang yang mengetahui keberadaan pantai ini dikarenakan minimnya promosi, bahkan belum ada pengelolaan yang baik, utamanya dari pemerintah.

Pengunjung bisa menikmati pemandangan matahari tenggelam dan melewati malam yang indah dengan mendirikan tenda di bibir pantai. Namun, jika tak berniat untuk bermalam, maka lebih baik segera pulang mengingat bahwa jalurnya sangat sulit dilalui. Meski demikian, keindahan pantai ini tak akan membuat Anda pulang dengan rasa hampa.

PANTAI JONGGRING SALOKO (DONOMULYO)


Pantai Jonggring Saloko bisa dibilang masih kalah tenar dari sederet nama pantai yang berada di kawasan Malang selatan. Namun, di balik namanya yang kurang populer ini, tersimpan fenomena khas kahyangan yang sayang sekali jika dilewatkan di hari libur ini.

Nama Jonggring Saloka diambil dari cerita pewayangan, yang merupakan nama sebuah kahyangan yang ditinggali oleh Batara Narada. Tokoh pewayangan yang juga memiliki julukan Sanghyang Kanwakaputra atau Sanghyang Kanekaputra itu adalah seorang tangan kanan dari Batara Guru.

Memang tak banyak orang yang tahu keberadaan pantan dengan tingkat eksotismenya tak kalah dengan pantai-pantai di Pulau Bali ini. Tak heran, karena medan yang harus ditempuh pengunjung terbilang cukup menantang. Namun, sesuai dengan namanya yang diambil dari nama sebuah kahyangan, pantai ini memiliki pesona bak tempat tinggal dewa-dewi itu.

Rasa lelah dan sulitnya medan yang ditempuh untuk mencapai bibir pantai ini bakal terbayar lunas oleh pemandangan khas kahyangan yang tersaji di Pantai Jonggring Saloko. Apalagi ada sebuah fenomena alam yang diklaim sebagai satu-satunya di Indonesia, bahkan di dunia bernama "Watu Ngebros". Disebut Watu Ngebros karena dari kumpulan batu karang besar menjulang di bibir pantai ini keluar semburan air ke udara. Muncratan air ini tercipta dari hasil pertemuan dua arus gelombang besar dari selatan dan utara yang bertabrakan di satu titik yang berada di dalam rongga batu karang yang lebih mirip sebuah gorong-gorong raksasa tersebut. Rongga batu karang itu memuntahkan gelombang yang menghasilkan suara gemuruh cukup keras berbunyi "broossssss". Konon saat gelombang besar, suara "ngebros" itu terdengar hingga sejauh tujuh kilometer ke arah sekitar pantai.

Siraman air ke udara itu bahkan kadang memunculkan pelangi ketika berpadu dengan siraman matahari. Namun kemunculan pelangi itu tidak bisa diprediksi dan belum tentu sehari sekali. Munculnya pelangi itu hanya jika ada arus ombak besar yang menghajar rongga batu karang raksasa, serta tergantung datangnya cahaya matahari yang mengarah tepat menyinari muncratan air tersebut.

Namun sayangnya, fenomena Watu Ngebros ini terancam menghilang sewaktu-waktu. Fenomena alam yang nyaris tidak pernah ada di pantai mana pun itu kondisinya saat ini memang tidak sebagus dulu. Dari waktu ke waktu, rongga dalam batu karang ini terus membesar oleh hantaman gelombang, sehingga suara "ngebros" yang keluar dari rongga batu karang itu sudah tak lagi segemuruh dulu.

Pantai Jonggring Saloka juga menawarkan sesuatu yang berbeda lainnya. Sekitar 200 meter ke arah barat, pengunjung bisa menemui pantai pasir hitam. Hamparan pasir di sepanjang pantai ini berwarna hitam pekat, namun tekturnya halus lembut, cocok untuk anak-anak yang ingin bermain membangun istana pasir.

Selain itu, ada pula satu tempat menarik berupa sungai kecil dengan aliran menuju ke laut Pantai Jonggring Saloko. Air sungai ini masih tawar rasanya, meski hanya berjarak beberapa meter dari bibir Pantai. Area sekitar sungai ini sering digunakan pengunjung untuk mendirikan tenda untuk bermalam.

Menginat sulitnya akses jalan menuju Pantai Jonggring Saloko ini, fasilitas di dalamnya terbilang masih minim. Jadi, pengunjung harus membawa bekal bahan makanan dan minuman sesuai dengan kebutuhan, karena di area pantai ini belum ada warung atau penjual yang menyediakan makanan dan minuman.

Sayangnya, pengunjung yang memiliki hobi berenang tidak bisa menyalurkan kegemarannya tersebut. Sebab, di Pantai Jonggring Saloko ini terdapat papan larangan untuk berenang, mengingat ombak di kawasan ini tergolong sangat besar dan sewaktu-waktu bisa membahayakan pengunjung yang nekat menceburkan dirinya ke air laut.

Pantai Jonggring Saloka terletak di Desa Mentaraman, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang. Lokasinya berjarak sekitar 69 km dari pusat Kota Malang. Sebelum menikmati pemandangan pantai eksotis ini, pengunjung harus menuju Kecamatan Sumberpucung dulu, lalu ke Kecamatan Donomulyo, kemudian ke Desa Materaman. Untuk menuju bibir pantai, dari kawasan perkampungan, pengunjung harus melewati jalan makadam sekitar 5 kilometer. Namun jangan khawatir, karena surga dunia bernama Jonggring Saloko menanti perjuangan Anda. Berani mencoba?

MLG-87 FANS